Jun 23

Sejarah masuknya marawis ke Indonesia, pertama kali dibawa oleh para ulama Hadramout (Yaman) yang berdakwah ke Indonesia dan dipentaskan pertama kali di Madura, sekitar tahun 1892.  Marawis adalah salah satu jenis musik perkusi dengan unsur religius yang kental. Dibawakan untuk mengiringi shalawat atau pujian kepada Allah dan Rosul, disertai tari-tarian sufistik.

Hingga kini belum ditemukan adanya penelitian ilmiah-historis ataupun data yang memadai untuk dijadikan rujukan kapan sebetulnya kesenian marawis ini berkembang dan siapa yang memeloporinya. Sumber-sumber yang bisa menjadi rujukan histori marawis baru terbatas pada sumber-sumber lisan. Konon marawis pertama kali dipopulerkan oleh para Habib (keturunan Rasulullah SAW) dan merupakan produk kebudayaan bangsa Arab.

Sumber menyatakan bahwa kesenian marawis pada mulanya ditemukan di Kuwait sekitar abad 16. Pada awalnya hanya terdiri dari 2 alat musik yaitu hajer dan marawis, semacam sebuah rebana dengan berukuran cukup besar yang kedua sisinya dilapisi oleh kulit binatang.

Alat musik yang semula berukuran besar menjadi lebih kecil. Saat ini ukuran hajir lebih besar (sejenis gendang) dan marwas atau marawis ukurannya lebih kecil. Hajir berdiameter 45cm dengan tinggi 60-70cm, marawis atau marwas berdiameter 20cm dengan tinggi 19cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Sebagian dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

Seiring perkembangan zaman, kesenian marawis di beberapa daerah di Indonesia dikembangkan dan dilengkapi dengan menggunakan alat musik modern seperti gitar elekrik, organ , cymbal, drum, suling, dan lain-lain. Marawis plus alat-lat musik modern ini kemudian diistilahkan sebagai kesenian gambus.

 

Leave a Reply


Sentra Rebana - Jual Rebana Qasidah, Rebana Hadrah, Marawis, Hadrah, Marching Band, Drumband, Guitar, Kendang, Tam-Tam, Thamrin, Cymbal, dll
km
Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0